Islam Ornamental Art

Kamis, 26 April 2012

Paradigima Baru Pendidikan Islam dalam Upaya Menjawab Tantangan Glogbal

Ketika wajah pendidikan di Indonesia dewasa ini ditatap, tampak wajah yang pucat-pasih dan suram, karena berbagai tragedy mewarnai rona hidup dan kehidupannya. Mulai perilaku dari siswa, mahasiswa sampai demonstrasi para guru dan pendidik lainnya yang menuntut tunjangan mereka dinaikkan. Hal ini merupakan kenyataan dan fenomena social yang tidak dapat dibantah lagi, betapa rapuhnya dunia pendidikan di Negara ini yang nyaris kehilangan rohnya. Ini semua merupakan representasi dari keadaan system pendidikan yang semakin menurun.
Dampak terhadap kondisi itu tampak ketika masyarakat Indonesia mengalami krisis multidimensional dalam aspek kehidupan fenomena kemiskinan, kebodohan, kezaliman, penindasan, ketidakadilan di segala bidang, kemrosotan moral, peningkatan tindak criminal, menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan, puluhan jita orang terpakasa hidup dalam kemiskinan dan belasan juta orang kehilangan pekerjaan. Sementara, sekitar 4,5 juta anak harus putus sekolah. Hidup semakin tidak mudah dijalani, sekalipun sekedar untuk mencari sesuap nasi.
Keyakinan umat islam bahwa berbagai krisis tersebut merupakan fasad (kerusakan) yang ditimbulkan karena perilaku manusia sendiri. Allah SWT berfirman dalam Q.S Ar-rum : 41 yang artinya :
Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagia dari (akibata) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Ayat lain pada Q.S Al-nahl ; 112 yang artinya :
Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, oleh karena itu Allah merasakan kepada mereka kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.


Sebagai Negara yang berpenduduk mayoritas muslim, pendidikan islam mempunyai peran yang sangat signifikan di Indonesia dalam pengembangan sumber daya manusia dan pengembangan karakter, sehingga amsyarakat yang tercipta merupakan cerminan masyarakat islam. Dengan demikian islam benar benar menjadi rahmatan lil’alamin (rahmat bagi seluruh alam).
Namun, hingga kini pendidikan islam masih saja menghadapi permasalahan yang kompleks, dari permasalahan konseptual-teoritis hingga persoalan operasional-praktis. Tidak terselesaikan persoalan ini menjadikan pendidikan islam tertinggal dari lembaga pendidikan lainnya, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, sehingga pendidikan islam terkesan sebagai pendidikan “kelas dua”. Tidak heran jika kemudian banyak dari generasi muslim yang justru menempuh pendidikan di lembaga pendidikan non  islam.

potongan artikel dari  www.uin-alauddin.ac.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanx 4 your comment. . . .