Sejarah
dunia telah mencatat banyak nama-nama besar dari orang-orang luar biasa
yang telah mengukir prestasi dalam mempengaruhi dan mengubah dunia.
Baik dari dunia barat maupun dari dunia timur. Kita pasti telah mengenal
siapa itu Napoleon Bonaparte, sang Kaisar Perancis. Atau kita mengenal
siapa itu Thomas Alva Edison, sang penemu serba bisa. Dan jika kita
beralih ke dunia timur, maka kita akan mengetahui sosok seperti Ibnu
Sina, Jabir bin Hayyan, al-Khawarizmi, Tariq bin Ziyad, dan Muhammad II
al-Fatih.
Memang, jika kita melihat pengaruh mereka bagi dunia maka tentu kita
akan mendapati bahwa sejarah hidup mereka penuh dengan kegemilangan
dalam kontribusi mereka bagi dunia. Namun tahukah anda, bahwa ternyata
banyak diantara mereka yang rupanya satu golongan: Pemuda!
Ya, mereka yang telah mengubah arah perputaran roda zaman –dengan
kehendak Allah tentunya- ternyata banyak dari golongan pemuda. Bahkan,
hingga zaman sekarang pun peran pemuda dalam kancah dunia tidaklah
pudar. Kita tentu mengenal apa itu Facebook, You Tube, Google, Yahoo,
dll. Yang merupakan hasil karya dari tangan-tangan kreatif para pemuda
yang luar biasa, seperti Mark Zuckerberg, . Larry Page dan Sergey Brin, dan masih banyak lagi.
Mengapa para pemuda ternyata mampu memiliki kekuatan besar untuk
melakukan hal itu semua? Jawabannya adalah karena sesungguhnya pemuda
merupakan investasi bagi masa depan umat manusia. Dan sejarah telah
membuktikannya. Mulai dari jatuh bangunnya peradaban umat manusia dari
masa lalu hingga masa kini.
Masih ingatkah kita dengan revolusi Perancis? Di saat itu, pengaruh
seorang pemuda sangatlah besar, dan siapakah pemuda itu? Dia bernama
Robespierre. Pemuda yang menjalankan pemerintah teror di Perancis. Dan
akhirnya, ia pun dieksekusi di bawah Guillotine. Dan saat itu pun muncul
tokoh yang tak lagi asing bagi sejarah, Napoleon Bonaparte yang pada
akhirnya menjadi kaisar Perancis setelah menggulingkan rezim yang
berkuasa saat itu.
Atau masih ingatkah kita kepada zaman pertengahan, ketika hegemoni
Tartar dan Mongol menguasai dunia. Jenghis Khan –yang sejak dari muda
telah menjdai pemimpin yang berhasil- meluaskan daerahnya hingga
menyentuh kekuasaan Islam saat itu, Abbasiyah. Bahkan, cucunya, Hulaghu
Khan dan tentaranya akhirnya berhasil menumbangkan kekhalifahan besar
itu. Baghdad ditaklukkan dan Khalifah al-Mu’tashim serta keluarganya
dibunuh. Saat itu dunia benar-benar jatuh ke dalam ketakutan yang luar
biasa kepada kekuatan Mongol. Tetapi, ternyata mitos ‘tentara tak
terkalahkan’ itu akhirnya berhasil dipatahkan oleh tentara kaum muslimin
di bawah pimpinan seorang panglima muda dari Mesir, Saifuddin Qutz.
Kemenangan yang gemilang dalam Perang ‘Ain Jalut akhirya menyurutkan
langkah Mongol menguasai dunia. Dan hal itu berhasil dilakukan dibawah
komando seorang pemuda!
Sejarah pun telah megenal siapa itu Tariq bin Ziyad,
penakluk Spanyol pada masa al-Walid bin Abdul Malik, Khalifah Bani
Umayyah. Saat itu, dirinya menaklukkan wilayah itu dalam usia yang
sangat muda, Kurang dari 30 tahun.
Atau
mungkin yang paling fenomenal dalam sejarah, yaitu Muhammad bin Murad
al-Fatih! Sultan dari Turki Utsmani yang lebih dikenal dengan nama Muhammad II al-Fatih
ternyata berhasil menaklukkan salah satu imperium paling berkuasa dan
kokoh sedunia, Romawi Timur! Dirinya berhasil membuka dan menaklukkan
kota yang paling kokoh dan sulit ditaklukkan saat itu, kota
Konstantinopel atau Byzantium. Kota itu memiliki benteng yang kuat dan
kokoh, ditambah lagi dilindungi oleh perbukitan yang menambah kesulitan
untuk menembusnya. Sebenarnya kota itu telah berkali-kali diserang oleh
kaum muslimin, dari masa Bani Umayyah dibawah pimpinan Abu Ayyub
al-Anshari hingga masa ayahnya, Murad II. Namun akhirnya kota itu
ditaklukkan oleh Muhammad al-Fatih yang saat itu baru berusia 21 tahun!
Sejak
zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga ternyata telah
banyak pemuda-pemuda luar biasa yang berhasil mengharumkan nama Islam
dan nama mereka di dunia. Sebut saja Zaid bin Tsabit,
shahabat Nabi yang tidak sempat turut dalam Perang Badr dan Uhud karena
usianya yang masih muda, namun karena kesungguhannya dirinya mampu
menjadi pemuda cemerlang yang diangkat sebagai sekretaris Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam yang menguasai banyak bahasa, diantaranya
Ibrani dan Suryani.
Atau mungkin ada Usamah bin Zaid
bin Haritsah, putera salah satu shahabat senior, Zaid bin Haritsah.
Usamah yang waktu itu berusia kurang dari 20 tahun telah diutus oleh
Nabi –yang saat itu di akhir hayatnya- untuk menjadi komandan pasukan
perang yang menyerbu daerah Romawi.
“Mengapa saat ini, pemuda kaum muslimin mengalami kemunduran yang drastis?”
Saat
ini sepertinya pemuda Islam begitu lemah dan tidak dapat berbuat
apa-apa. Para pemuda Islam telah terlena dengan dunia hingga akhirnya
pribadi mereka menjadi lemah. Berbeda sekali dengan Ibnu Sina yang sejak
umurnya 17 tahun telah mampu membuka praktik sendiri, bahkan dirinya
akhirnya diangkat sebagai dokter pribadi khalifah.
Mengapa
hal itu terjadi? Karena saat ini para pemuda Islam telah kehilangan
figur teladan dalam kehidupan mereka. Saat ini banyak diantara pemuda
kaum muslimin terjerat virus globalisasi yang akhirnya menghilangkan
sosok-sosok pemuda luar biasa sepanjang sejarah dari dunia Islam. Bahkan
yang disebarluaskan malah artis-artis yang merupakan produk-produk
kenistaan dunia. Saat ini pemuda banyak menirukan gaya hidup tidak baik
dan bertabiat buruk dari tradisi barat. Mulai dari hedonisme, hura-hura,
foya-foya, dll.
Saat
ini kita kehilangan sosok pemuda seperti Usamah bin Zaid sang komandan,
Tariq bin Ziyad yang kuat, Abdullah bin Mas’ud yang amanah, Abdullah
bin Abbas yang berilmu, Zaid bin Tsabit yang cerdas, Ali bin Abi Thalib
yang perkasa, dan Muhammad al-Fatih sang penakluk.
Kita
justru saat ini sering sekali mendapati kondisi pemuda seperti kondisi
Kan’an bin Nuh yang menolak kebenaran, sosok Samiri yang menyesatkan,
atau sosok Abdullah bin Ubay bin Salul yang munafik, atau sosok-sosok
lainnya yang bodoh dan jahil dalam ilmu.
Kita
kehilangan figur dan pribadian seorang muslim pada remaja muslim saat
ini. Dan tentunya, hal ini sangatlah miris mengingat kita pernah berjaya
karena para pemuda cemerlang dan luar biasa.
Karena
itu, sudah seharusnya para pemuda kita menjauh dari perilaku-perilaku
kenakalan remaja yang mampu menjatuhkan harkat dan martabat kita sebagai
umat Islam, umat terbaik yang pernah dilahirkan ke dunia.
Wallahu a’lam
artikel dari www.cafe-islamicculture.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Thanx 4 your comment. . . .