Lain hal nya
dengan Arqam bin Abi Arqom. Beliau dengan tulus merelakan rumah
tinggalnya digunakan sebagai tempat halaqah pertama Rasulullah beserta
para sahabat. Ia dengan ikhlas membuka selebar-lebarnya pintu rumah nya
agar aktivitas dakwah itu berlangsung. Padahal jika kaum kafir Quraisy
tau akan perkara ini, maka sudah lah pasti rumah tersebut akan di bumi
hanguskan. Tetapi pemuda satu ini memiliki keyakinan yang kuat akan
dakwah Islam sehingga ancaman tersebut bukan menjadi penghalang baginya.
Ada juga pasangan sahabat yang masih
muda, yang sangat ingin membunuh Abu Jahal karena mereka mendengar bahwa
Abu Jahal sangat sering mengintimidasi Rasulullah. Dengan niat membela
manusia yang mereka cintai, maka pada perang Badar tercapailah apa yang
telah mereka cita-citakan dan abu Jahal pun mati di tangan kedua pemuda
ini. Kedua pemuda ini adalah Muadz bin afra dan Muadz bin Amru.
Dan pemuda satu ini, dengan istiqamah
walau disiksa, dicambuk, dijemur di bawah matahari yang terik, dihimpit
batu besar, tidak melunturkan aqidahnya dan senantiasa mengucapkan
“Ahad”, Allah Yang Satu. Pemuda ini sangat dikenal di masyarakat karena
namanya sangat sering disebut, terutama di masjid-masjid. Ia adalah
Bilal bin rabbah.
Mereka kesemuanya adalah pemuda dan
mereka pernah eksis di muka bumi ini. Mereka memiliki karakter yang jika
kita cerminkan ke para pemuda saat ini, maka sangat sulit ditemukan
karakter pemuda yang sama seperti mereka. Krisis karakter yang dialami
pemuda saat ini, seharusnya sedikit demi sedikit harus kita atasi. Kita
mulai mencoba untuk membangun kembali karakter para pemuda, terutama
pemuda muslim saat ini. Karakter menjadi sangat urgen karena nasib dari
bangsa dan peradaban ini ke depannya berada di tangan para pemuda.
Karakter–karakter yang perlu di miliki pemuda muslim itu bisa kita
sarikan dari Rasulullah SAW, para sahabat, ataupun para pemuda pejuang
lainnya. Lalu apa saja karakter yang sangat esensial dibutuhkan oleh
pemuda muslim saat ini?
“Iqra’”, kalimat pertama yang disampaikan
Jibril kepada Rasulullah SAW. hal ini jika kita salami maknanya
mengisyaratkan kepada kita akan pentingnya belajar atau menimba ilmu.
Ibnu katsir di dalam tafsirnya mengatakan bahwa Allah sangat baik kepada
manusia karena Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui
oleh manusia itu. sehingga dengan ilmu ini lah Allah memuliakan manusia
di bandingkan dengan makhluk ciptaan lainnya. Dan hal ini juga yang
mengharuskan bahwa seseorang itu wajib menuntut ilmu. Oleh karena itu,
karakter yang perlu dibangun oleh pemuda muslim salah satunya adalah
jiwa-jiwa yang senantiasa menimba ilmu.
Selanjutnya yang perlu dipupuk oleh
Pemuda Muslim adalah idealisme yang Islami. Secara terminologi Idealisme
adalah aliran yang menjunjung tinggi ide. Secara definisi idealisme
adalah aliran yang mengutamakan ide-ide sebagai landasan kehidupan
seseorang. kita mengetahui bahwa idealisme itu memiliki cirri khas,
yaitu ide. ketika Ide itu berasal dari manusia, maka sudah jelas ide
tersebut memiliki batasan karena kapasitas manusia dalam menggagas ide
itu sangat terbatas juga. Maka umat Islam sebenarnya memiliki
keunggulan, yaitu karena Umat Islam punya sumber ide yang tidak memiliki
batas yang kita semua umat Islam meyakini hal tersebut. Sumber ide
tersebut adalah Al Qur’an dan hadits. Ketika idealisme itu bersumber
pada sumber yang tidak memiliki batas, maka dapat dipastikan
kesempurnaan dari idealisme itu. Dan penulis membahasakan idealisme ini
sebagai idealisme yang islami. Dan Pemuda Muslim saat ini wajib
Berpegang Teguh terhadap idealisme yang islami itu. Karakter Pemuda Muslim masih kurang jika
hanya berpedoman pada dua karakter sebelumnya apalagi karakter untuk
pemuda muslim yang menginginkan perubahan.
Karakter selanjutnya yang
diperlukan oleh Pribadi Muslim adalah Memiliki visi atau tujuan hidup
yang jauh ke depan. Visi ini lah yang nantinya akan menjadi sebuah
peristiwa baru yang akan dicantumkan ke dalam buku sejarah peradaban
dunia. Dan jika kesemua karakter itu sudah
dimiliki pemuda muslim, maka kesemuanya itu harus dibalut dengan ikatan
yang bernama istiqamah. Agar kekuatan karakter itu kokoh dan kuat. Mampu
bertahan ketika ada yang ingin menggoyangkannya atau mengubahnya.
Karakter ini juga lah yang mampu membuat pemuda muslim itu mampu menjaga
semangat pemuda, walau ia dicaci, dimaki, atau dijatuhkan sekalipun.
Rasulullah pun pernah berpesan kepada salah satu sahabatnya tentang
sifat ini. Dari Abu Sufyan bin Abdillah Radhiallahu ‘anhu berkata: Aku
telah berkata, “wahai Rasulullah katakanlah kepadaku pesan dalam Islam
sehingga aku tidak perlu berkata pada orang lain selain engkau. Nabi
menjawab, “katakanlah aku telah beriman kepada Allah kemudian
beristiqamahlah”.
Sehingga ketika Pemuda muslim saat ini
memiliki karakter-karakter yang tersebut di atas, maka seperti itulah
cerminan Pribadi Pemuda Muslim. Karakter-karakter tersebut tidak mutlak,
tetapi hal tersebut merupakan karakter yang dominan yang seharusnya
dimiliki Pemuda Muslim saat ini.
artikel dari www.dakwatuna.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Thanx 4 your comment. . . .